
Usai Dilantik, PNS Baru Kanwil Kemenkum Jatim Diberi Penguatan Nilai Integritas dan Etika Kerja
Surabaya - Setelah resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur langsung mendapatkan penguatan, selasa (09/06). Kegiatan penguatan tersebut sebagai bekal awal bagi para pegawai dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparatur negara yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Penguatan diberikan secara bergantian oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum Raden Fadjar Widjanarko, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H) Soleh Joko Sutopo, Kepala Balai Harta Peninggalan (BHP) Surabaya Hendra Andi Gurning, serta Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum R. Prasetyo Wibowo.
Dalam arahannya, Soleh Joko Sutopo mengajak para PNS yang baru dilantik untuk bekerja dengan penuh dedikasi dan ketulusan. Menurutnya, setiap pengabdian yang diberikan kepada instansi pada akhirnya akan memberikan manfaat, meskipun tidak selalu dalam bentuk yang terlihat secara langsung.
“Bekerjalah sebaik mungkin untuk instansi ini. Kalaupun apa yang kalian dapatkan belum sebanding dengan apa yang telah kalian kerjakan, yakinlah bahwa kekurangan itu akan dibayar dalam bentuk lain, bisa berupa kesehatan, jodoh, ataupun rezeki yang berkah,” ujar Soleh.
Ia menegaskan bahwa semangat melayani dan memberikan kontribusi terbaik harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas sebagai ASN. Dengan cara itu, para pegawai tidak hanya mengejar capaian kerja, tetapi juga memperoleh nilai-nilai keberkahan dalam kehidupan.
Sementara itu, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Raden Fadjar Widjanarko mengibaratkan para PNS yang baru dilantik sebagai “bayi yang baru lahir” dalam dunia birokrasi. Karena itu, mereka perlu terus belajar, beradaptasi, dan memahami budaya kerja yang berlaku di lingkungan kantor.
Raden Fadjar menekankan pentingnya menjaga etika dan sopan santun kepada senior maupun pimpinan. Menurutnya, penghormatan kepada rekan kerja dan atasan merupakan bagian dari karakter ASN yang profesional.
“Ketika bertemu senior ataupun pimpinan, biasakan untuk menyapa lebih dahulu. Hal-hal sederhana seperti itu menunjukkan etika dan penghormatan yang harus dimiliki setiap ASN,” katanya.
Selain etika, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kerapian dalam berpenampilan, termasuk penggunaan seragam dinas sesuai ketentuan. Raden Fadjar menegaskan bahwa disiplin harus tercermin dari hal-hal mendasar, termasuk cara berpakaian selama berada di lingkungan kerja.
“Saya tidak ingin lagi melihat ada pegawai yang mengenakan sandal di kantor. Tunjukkan sikap profesional melalui penampilan dan perilaku sehari-hari. Yang tidak kalah penting, pahami dan terjemahkan setiap arahan pimpinan dengan baik dan benar agar pelaksanaan tugas dapat berjalan sesuai tujuan organisasi,” tegasnya.
Melalui kegiatan penguatan tersebut, para PNS yang baru dilantik diharapkan mampu memahami nilai-nilai dasar ASN, menjaga integritas, serta membangun budaya kerja yang disiplin dan profesional sejak awal masa pengabdiannya di lingkungan Kanwil Kemenkum Jawa Timur. Penguatan ini juga menjadi bagian dari upaya membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berkarakter dan berorientasi pada pelayanan publik.

