
Bazar Ramadhan dan Berbagi Takjil Perkuat Nilai Kepedulian Sosial dan Kebersamaan
Surabaya - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur (Kanwil Kemenkum Jatim) menggelar kegiatan Bazar Ramadhan yang dilaksanakan di lingkungan kantor wilayah pada Selasa (3/3). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jatim Haris Sukamto, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Radjen Fadjar Widjanarko, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Soleh Joko Sutopo, Jajaran pegawai, serta PPNPN Kanwil Kemenkum Jatim.
Kegiatan yang dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial tersebut dirangkaikan dengan ceramah agama oleh KH. Ahmad Muzakky yang menekankan makna Ramadhan tidak hanya sebagai momentum _hablum minallah_ (hubungan dengan Allah), tetapi juga _hablum minannas_ (hubungan dengan sesama manusia). Dalam tausiyahnya, KH. Ahmad Muzakky mengingatkan bahwa kesalehan spiritual harus diiringi dengan kesalehan sosial.
“Orang yang sholatnya bagus tetapi kepedulian sosialnya nol, itu kebohongan semata. Ramadhan adalah bulan berbagi dan menyenangkan orang lain. Ketika kita memberi takjil kepada orang yang berpuasa, kita mendapatkan satu pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan mustajabah, bulan diijabahnya doa, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 186 yang menegaskan bahwa Allah dekat dan mengabulkan doa hamba-Nya yang berdoa dengan sungguh-sungguh. Selain itu, ia mengutip QS. Al-Baqarah ayat 152, “Fadzkurūnī adzkurkum” (Ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan mengingatmu), seraya menekankan bahwa menjaga sunnah Nabi merupakan bukti cinta kepada Allah dan Rasulullah. “Ketika kita menjaga sunnah-Nya, maka Allah akan menjaga hidup kita. Barang siapa bertakwa kepada Allah, maka Allah akan memberikan jalan keluar,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jatim Haris Sukamto menyampaikan bahwa pemberian paket sembako ini merupakan implementasi nyata nilai Ramadhan sebagaimana yang disampaikan dalam tausiyah. “Ramadhan mengajarkan kita untuk memperkuat hubungan kepada Allah sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi sesama. Pemberian sembako ini adalah bentuk kepedulian dan kebersamaan keluarga besar Kanwil Kemenkum Jatim agar keberkahan Ramadhan dapat dirasakan bersama,” ujarnya.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Radjen Fadjar Widjanarko menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat solidaritas internal. “Ramadhan adalah momentum melatih empati dan disiplin. Melalui bazar dan pembagian sembako ini, kita ingin menghadirkan kebahagiaan sederhana, sebagaimana kebahagiaan orang berpuasa saat berbuka, sekaligus menanamkan nilai kebersamaan di lingkungan kerja,” katanya.
Sejalan dengan hal itu, Kepala Divisi P3H Soleh Joko Sutopo menyampaikan bahwa nilai-nilai Ramadhan harus diterjemahkan dalam tindakan konkret. “Ramadhan adalah bulan yang serius, bulan untuk bersungguh-sungguh menyempurnakan amal ibadah dan memperbaiki kualitas diri. Semangat berbagi ini harus terus kita jaga, tidak hanya di bulan Ramadhan tetapi juga dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Perwakilan PPNPN yang menerima paket sembako secara simbolik menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Kami merasa sangat diperhatikan dan dihargai. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga, terlebih di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Kanwil Kemenkum Jatim menegaskan komitmennya menjadikan Ramadhan sebagai bulan memperkuat _hablum minallah_ dan _hablum minannas_ , bulan mustajabah untuk memperbanyak doa dan amal kebaikan, serta bulan kesungguhan dalam menyempurnakan ibadah dan pengabdian demi kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

