
Usung Semangat “Urip Iku Urup dan Tepa Selira”, Kanwil Kemenkum Jatim Perkuat Sinergi Antar Pegawai
Surabaya - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur kembali menggelar Townhall Meeting kedua tahun 2026 di Aula Raden Wijaya, Senin (11/5). Mengusung semangat “Urip Iku Urup” dan “Tepa Slira”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi jajaran Kanwil Kemenkum Jatim untuk memperkuat sinergi antar pegawai sekaligus mengubah hasil evaluasi internal menjadi langkah konkret dalam percepatan kinerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Timur Haris Sukamto, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Raden Fadjar Widjanarko, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Soleh Joko Sutopo, serta jajaran pejabat manajerial dan nonmanajerial di lingkungan Kanwil Kemenkum Jatim.
Mengusung tema “Urip Iku Urup dan Tepa Slira”, townhall kali ini menitikberatkan pada pentingnya membangun budaya kerja yang saling mendukung, berempati, dan berorientasi pada solusi. Forum tersebut juga menjadi sarana untuk menyampaikan berbagai evaluasi internal yang sebelumnya telah dihimpun melalui proses pengamatan dan identifikasi persoalan di lingkungan kerja.
Dalam paparannya, Haris Sukamto menegaskan bahwa evaluasi yang telah dilakukan tidak boleh berhenti pada tahap identifikasi masalah semata. Menurutnya, seluruh jajaran harus mampu mengubah hasil evaluasi menjadi langkah konkret untuk mempercepat kinerja organisasi.
“Kesadaran terhadap kelemahan organisasi saja tidak cukup. Kita harus bergerak bersama, saling mendukung, dan menjadikan evaluasi sebagai bahan bakar untuk mempercepat perubahan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Haris.
Ia juga menekankan pentingnya semangat “tepa slira” atau tenggang rasa dalam lingkungan kerja. Haris meminta seluruh pegawai tidak hanya fokus pada target masing-masing, tetapi juga memahami keterkaitan antarbidang agar roda organisasi berjalan lebih efektif.
“Setiap pegawai harus memahami bahwa keberhasilan organisasi tidak dibangun secara individual. Dibutuhkan empati, komunikasi, dan kemauan untuk membantu satu sama lain agar target bersama dapat tercapai,” katanya.
Sementara itu, dalam sesi diskusi, jajaran pegawai juga diberikan ruang untuk menyampaikan kritik dan saran terhadap berbagai aspek organisasi, mulai dari fasilitas, beban kerja, hingga budaya kerja internal. Forum tersebut diharapkan mampu menjadi wadah komunikasi dua arah antara pimpinan dan pegawai guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif.
Melalui townhall kedua ini, Kanwil Kemenkum Jawa Timur berharap semangat kolaborasi dan evaluasi berkelanjutan dapat terus terjaga sehingga mampu mendorong akselerasi kinerja organisasi di tengah tantangan pelayanan publik yang semakin dinamis.

