
SURABAYA — Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur melakukan audiensi dengan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya sebagai langkah awal penguatan kolaborasi antarlembaga, Kamis, 15 Januari 2026. Pertemuan berlangsung di Ruang Tamu VIP Kanwil Kemenkum Jatim.
Audiensi ini dihadiri Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Zulkarnain, Hakim Tinggi Haeruddin, serta Panitera Muda Banding Diah Anggraeni. Dari Kanwil Kementerian Hukum Jawa Timur hadir Kepala Kantor Wilayah Haris Sukamto, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Raden Fadjar Widjanarko, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum Soleh Joko Sutopo, serta Kepala Balai Harta Peninggalan Surabaya Hendra Andi Satya Gurning.
Ketua Pengadilan Tinggi Agama Surabaya Zulkarnain menjelaskan bahwa audiensi ini menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus persiapan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama secara serentak yang direncanakan pada 22 Januari 2026 di Gedung Negara Grahadi. Ia menyampaikan bahwa Pengadilan Tinggi Agama Surabaya telah mengembangkan inovasi berupa aplikasi terintegrasi yang akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Inovasi ini dirancang untuk memperkuat koordinasi dan efektivitas layanan. Balai Harta Peninggalan Surabaya akan menjadi salah satu stakeholder yang terlibat. Ke depan, kami juga akan mengundang para operator dari masing-masing instansi untuk pengenalan dan operasionalisasi aplikasi,” ujar Zulkarnain.
Menurutnya, kolaborasi dan inovasi tersebut merupakan langkah awal jajaran Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dalam upaya meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2026.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur Haris Sukamto menyampaikan apresiasi atas perhatian dan inisiatif Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Ia menegaskan komitmen Kanwil Kementerian Hukum Jatim untuk terus mendukung kolaborasi lintas lembaga.
“Kami siap mendukung inovasi terintegrasi yang dikembangkan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya. Inovasi semacam ini sudah menjadi tuntutan masyarakat dan kebutuhan birokrasi modern,” tegas Haris.
Ia juga menambahkan bahwa sebagai satuan kerja yang telah lebih dahulu meraih predikat WBBM, Kanwil Kementerian Hukum Jawa Timur siap berbagi pengalaman dan mendorong Pengadilan Tinggi Agama Surabaya agar dapat memperoleh predikat serupa. “Gagasan inovasi yang dilahirkan sangat baik dan memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik,” pungkasnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi kerja sama berkelanjutan antara Kanwil Kementerian Hukum Jawa Timur dan Pengadilan Tinggi Agama Surabaya dalam mewujudkan pelayanan hukum yang bersih, efektif, dan berorientasi pada masyarakat.

