
KEDIRI - Di sela kunjungannya ke Kabupaten Kediri, Kakanwil Kemenkum Jatim, Haris Sukamto menyempatkan diri melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di Desa Balongjeruk, Selasa (13/1). Sejak diresmikan akhir tahun 2025 lalu, berbagai permasalahan warga berhasil dimediasi.
"Kami ingin memastikan bahwa program posbankum bisa terus berjalan di daerah-daerah," ujar Haris.
Haris yang disambut Kades Balongjeruk, Imam Syafii, meninjau langsung loket pelayanan posbankum yang disediakan pihak desa. Pria asal Tulungagung ini menyempatkan diri untuk berdiskusi langsung dengan ketua Kelompok Sadar Hukum yang juga Sekretaris Desa Balongjeruk, Ardan Setiadi.
"Sejak diresmikan akhir Tahun 2025 lalu, susah ada beberapa kasus sengketa antar warga yang telah berhasil kami selesaikan dengan mediasi," ujar Ardan.
Menurut Ardan, keberadaan posbankum sangat bermanfaat karena tidak semua permasalahan di desanya harus diselesaikan di pengadilan.
"Kalau bisa kita selesaikan di tingkat desa, akan lebih baik karena tidak berlarut-larut dan masyarajat juga secara sosial menjadi lebih tentram," urainya.
Berbagai permasalahan yang diselesaikan diantaranya adalah tergolong tindak pidana ringan atau sengketa antar warga. Seperti pencurian ayam hingga sengketa tanah antar warga atau ahli waris.
"Kalau masalah agak berat, kami libatkan Babinsa dan Babinkamtibmas untuk menjadi supervisor," terang Ardan.
Menanggapi penjelasan Ardan, Haris menyamlaikan terima kasih karena Desa Balongjeruk bisa menjadi rujukan warga ketika muncul masalah di masyarakat. Sehingga, persoalan hukum yang terjadi tidak berlarut-larut.
"Ini membuktikan bahwa pemahaman hukum di level masyarakat desa, khususnya di Desa Balongjeruk, sudah tumbuh dengan baik," jelas Haris.
Ke depan, Haris meminta Desa Balongjeruk untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satunya dengan menambah papan informasi tentang Posbankum. Agar masyarakat bisa lebih mengenal, mengetahui dan dapat memanfaatkan layanan posbankum.
"Papan informasi perlu ditambah, agar masyarakat bisa tahu dan teredukasi terkait keberadaan posbankum," harapnya.
