
Dampingi Dirjen AHU, Kanwil Kemenkum Jatim Tekankan Peningkatan Kualitas Notaris
Surabaya - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas notaris saat mendampingi Dirjen AHU dalam kegiatan Halal Bi Halal Alumni Notariat Airlangga yang digelar di Gedung Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Senin (20/04).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Widodo, yang didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur Haris Sukamto serta Kepala Divisi Pelayanan Hukum Raden Fadjar Widjanarko. Selain itu, turut hadir jajaran pimpinan Universitas Airlangga, pengurus Ikatan Notaris Indonesia, serta para alumni kenotariatan dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, Widodo menegaskan bahwa kegiatan Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga integritas profesi notaris di tengah dinamika yang berkembang.
“Halal Bi Halal seperti ini selalu menjadi momen yang hangat, bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk saling mengingatkan dalam menjaga integritas dan kualitas profesi kenotariatan,” ujar Widodo.
Ia menambahkan, saat ini profesi notaris menghadapi berbagai tantangan, termasuk meningkatnya perhatian publik terhadap kualitas dan integritas layanan hukum. Oleh karena itu, menurutnya, peran alumni menjadi penting dalam menjaga standar profesionalisme sekaligus membentuk budaya kerja yang saling menguatkan.
Widodo juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas calon notaris, khususnya dalam aspek kemampuan penyusunan akta. Ia menyebut, hasil evaluasi pelaksanaan Ujian Kode Etik Notaris (UKEN) masih menunjukkan adanya tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Dorongan untuk meningkatkan jumlah calon notaris harus diimbangi dengan kualitas yang baik. Standar yang terjaga akan menjaga kehormatan jabatan notaris dan kepercayaan masyarakat ke depan,” katanya.
Selain itu, Widodo turut menyinggung pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi, termasuk pengembangan konsep e-Notary. Ia menegaskan bahwa transformasi digital perlu dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kepastian hukum.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenkum Jawa Timur Haris Sukamto menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, sinergi antara akademisi, praktisi, dan pemerintah menjadi kunci dalam mendorong kemajuan dunia kenotariatan.
“Melalui momentum ini, kami berharap terjalin kolaborasi yang semakin kuat antara alumni, akademisi, dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia kenotariatan,” ujar Haris.
Ia juga menekankan bahwa Kanwil Kemenkum Jawa Timur siap mendukung berbagai upaya peningkatan kompetensi dan integritas notaris, sebagai bagian dari penguatan layanan hukum kepada masyarakat.

