
Dapat Tiga Sertifikat IG, Lumajang Perkuat Daya Saing Produk Unggulan
LUMAJANG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur menyerahkan tiga Sertifikat Indikasi Geografis (IG) kepada Pemerintah Kabupaten Lumajang dalam kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Lumajang, Kamis (16/4/2026).
Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur, Haris Sukamto, kepada Bupati Lumajang, Indah Amperawati, disaksikan jajaran perangkat daerah, MPIG, serta para pemangku kepentingan terkait.
Tiga produk yang memperoleh sertifikat Indikasi Geografis tersebut meliputi Susu Kambing Senduro, Pisang Mas Kirana, dan Ubi Madu Pasrujambe. Dengan penambahan ini, Lumajang menjadi salah satu daerah dengan jumlah IG terbanyak di Jawa Timur, sejajar dengan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Pasuruan.
Haris Sukamto menegaskan bahwa Indikasi Geografis memiliki nilai strategis tinggi karena melekat langsung dengan identitas daerah. “Ketika produk IG dikenal luas, maka nama daerah ikut terangkat. Sebaliknya, jika kualitas tidak terjaga, reputasi daerah juga terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, perlindungan IG tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mencegah pemalsuan produk serta menjaga nama baik daerah di tengah persaingan global.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, MPIG, dan seluruh stakeholder. Ke depan, ia mendorong Lumajang untuk terus mengembangkan potensi IG baru, khususnya di sektor kriya seperti kerajinan perak yang telah menembus pasar internasional.
“Penguatan tidak cukup pada legalitas Indikasi Geografis. Perlu dilanjutkan dengan perlindungan merek, termasuk merek kolektif, agar memiliki kekuatan hukum dan daya saing yang lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui perlindungan hukum terhadap produk unggulan daerah.
“Atas nama masyarakat Lumajang, kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran negara dalam melindungi produk indikasi geografis di daerah kami,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa pengembangan Pisang Mas Kirana juga mendapat dukungan dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia guna menjaga mutu dan kuantitas produksi.
Menurutnya, Pisang Mas Kirana pernah menjadi sajian bagi tamu negara pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan kini kembali memiliki peluang besar seiring meningkatnya kebutuhan pasar, termasuk dalam program Makan Bergizi Gratis.
“Kami berharap momentum ini dapat mengembalikan kejayaan Lumajang sebagai kota pisang dan menjadi jalan untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada perwakilan MPIG serta komitmen bersama untuk terus mendorong perlindungan dan pengembangan produk unggulan berbasis Indikasi Geografis di Kabupaten Lumajang.

