
Gelar Apel Pagi, Kanwil Kemenkum Jatim Tekankan Disiplin dan Kesehatan Hadapi Puncak Kemarau
Surabaya - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur menggelar apel pagi pada Senin (27/04) sebagai upaya memperkuat kedisiplinan pegawai sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan menjelang puncak musim kemarau.
Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Kantor Wilayah Haris Sukamto, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Raden Fadjar Widjanarko, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H) Soleh Joko Sutopo, pejabat manajerial dan nonmanajerial, PPPK, CPNS, hingga peserta magang.
Bertindak sebagai pembina apel, Penyuluh Hukum Ahli Madya Eko Arif Setiawan menyampaikan pentingnya menjaga konsistensi kedisiplinan dalam pelaksanaan apel pagi sebagai bagian dari budaya kerja aparatur sipil negara.
Dalam amanatnya, Arif mengapresiasi kehadiran seluruh peserta apel yang dinilai mencerminkan komitmen terhadap kedisiplinan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pegawai yang telah hadir mengikuti rutinitas apel pagi. Ini merupakan salah satu bukti kedisiplinan kita. Mari kita niatkan kegiatan ini sebagai ibadah, sehingga kelak menjadi pemberat amal kebaikan kita di yaumul qiyamah,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh pegawai untuk mulai mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca ke depan. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada periode Juli hingga September.
Menanggapi hal tersebut, Arif mengajak seluruh pegawai untuk menjaga kondisi kesehatan dan tetap menjaga suasana hati.
“Sesuai perkiraan dari BMKG Juanda, puncak musim kemarau akan terjadi pada Juli sampai September. Untuk itu, mari kita tingkatkan daya tahan tubuh kita serta jangan lupa selalu bahagia dalam menghadapinya, agar kita senantiasa sehat,” tuturnya.
Apel pagi ini menjadi salah satu sarana penguatan disiplin sekaligus media komunikasi pimpinan dalam menyampaikan arahan strategis kepada seluruh jajaran, guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi secara optimal.

