
Lantik Kurator Keperdataan, Kakanwil Tekankan Peran Perlindungan Hukum bagi Kelompok Rentan
Surabaya - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Timur melantik pejabat fungsional kurator keperdataan dalam sebuah upacara yang digelar di Aula Raden Wijaya, Selasa (28/4). Pelantikan yang dipimpin langsung Kepala Kanwil Kemenkum Jatim, Haris Sukamto, tersebut menjadi momentum penguatan peran kurator keperdataan dalam memberikan perlindungan hukum, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan kepastian dan keadilan dalam berbagai persoalan keperdataan.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Divisi Pelayanan Hukum Raden Fadjar Widjanarko, Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H) Soleh Joko Sutopo, Kepala Balai Harta Peninggalan (BHP) Surabaya Hendra Gurning, serta pejabat manajerial dan non-manajerial di lingkungan Kanwil Kemenkum Jatim dan BHP Surabaya.
Dalam sambutannya, Haris Sukamto menegaskan bahwa pelantikan kurator keperdataan bukan sekadar seremoni administratif, melainkan momentum penting dalam memperkuat peran negara dalam memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.
“Hari ini kita menyaksikan sebuah momen yang jauh lebih bermakna dari sekadar seremoni, yakni pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan pejabat fungsional kurator keperdataan yang akan menjadi pelindung bagi mereka yang tidak mampu melindungi diri sendiri,” ujar Haris.
Ia menggambarkan peran strategis kurator keperdataan melalui berbagai kondisi nyata di masyarakat, mulai dari anak di bawah umur yang kehilangan orang tua, lansia yang tidak lagi cakap secara hukum, hingga pelaku usaha yang menghadapi kepailitan.
“Siapa yang hadir dalam situasi tersebut? Kurator keperdataan. Mereka adalah pihak yang netral, kompeten, dan amanah untuk memastikan keadilan tetap berjalan,” katanya.
Haris juga menekankan bahwa jabatan kurator keperdataan menuntut integritas tinggi, ketelitian, serta keberpihakan pada nilai keadilan. Ia mengingatkan bahwa setiap perkara yang ditangani bukan sekadar dokumen administratif, melainkan menyangkut kehidupan dan harapan banyak pihak.
“Setiap berkas yang Saudara tangani bukan sekadar nomor perkara. Di baliknya ada manusia, ada keluarga, ada harapan yang harus Saudara jaga dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Lebih lanjut, Haris mengajak para pejabat yang baru dilantik untuk menjadi bagian dari transformasi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik yang responsif dan humanis.
“Transformasi birokrasi harus terasa dalam cara kita melayani. Jadilah aparatur yang tidak hanya hadir, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Haris menyampaikan harapan agar para kurator keperdataan yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi serta memberikan kontribusi nyata dalam penegakan hukum perdata.
“Semoga jabatan ini menjadi jalan pengabdian yang membawa kebaikan dan manfaat bagi masyarakat, khususnya mereka yang paling membutuhkan perlindungan hukum,” pungkasnya.

