
Ketika Lomba Mewarnai Jadi Instrumen Edukasi KI
SURABAYA – Lomba mewarnai dalam peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia 2026 di Jawa Timur digunakan sebagai instrumen edukasi, bukan sekadar kegiatan pendamping, Minggu (26/4).
Puluhan anak terlibat dalam lomba yang digelar bersamaan dengan rangkaian “Jatim IP-Sportacular”. Mereka diperkenalkan pada konsep dasar: setiap karya memiliki nilai dan perlu dilindungi.
Panitia menekankan bahwa literasi KI harus dimulai sejak dini, mengingat masih banyak karya masyarakat yang belum terlindungi karena minimnya pemahaman.
Meski dampaknya tidak instan dan sulit diukur, namun diharapkan mampu membangun budaya jangka panjang.
Diharapkan kegiatan ini juga diikuti program lanjutan di sekolah atau komunitas. Agar efeknya tidak hilang. Jika terintegrasi, ini bisa menjadi investasi kesadaran yang kuat.

