
_Self Assessment_ Kapabilitas Kelembagaan Dorong Transformasi Organisasi
Surabaya - Upaya memperkuat kapabilitas kelembagaan dan mendorong transformasi organisasi dilakukan melalui pelaksanaan _pilot project self assessment_ indeks kapabilitas kelembagaan yang digelar di Aula Raden Wijaya, Selasa (7/4). Hal ini menjadi bagian penting dalam menilai kondisi _real_ organisasi sekaligus mendukung perbaikan tata kelola secara berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kakanwil Kemenkum Jatim Haris Sukamto, Kadiv Yankum Raden Fadjar Widjanarko, Kadiv P3H Soleh Joko Sutopo, perwakilan Biro Perencanaan, serta pegawai yang terlibat sebagai responden dan peserta kegiatan.
Dalam sambutannya, Haris Sukamto menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam mengukur kapabilitas kelembagaan secara objektif, terutama di tengah masa transisi organisasi. Ia menekankan bahwa penilaian ini harus mencerminkan kondisi nyata organisasi agar dapat menghasilkan rekomendasi yang tepat.
“Kegiatan ini sangat penting karena yang diukur adalah kondisi _real_ organisasi kita. Saya minta seluruh tim menyajikan data yang benar-benar faktual. Tanpa data yang akurat, tidak akan ada perubahan yang positif,” tegas Haris.
Ia juga menambahkan bahwa dalam masa transisi kelembagaan, seluruh jajaran harus tetap menjalankan tugas dan fungsi secara optimal serta memperkuat kolaborasi lintas unit.
“Meskipun ada perubahan struktur, kewajiban tetap harus dijalankan dengan baik. Kolaborasi harus semakin kuat agar organisasi tetap berjalan efektif dan memberikan kontribusi terbaik,” lanjutnya.
Haris turut menekankan pentingnya kesiapan data dukung, seperti notulensi, laporan kegiatan, hingga dokumentasi layanan, serta keaktifan pegawai dalam proses wawancara.
“Keberhasilan kegiatan ini sangat ditentukan oleh data yang lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan. Saya harap seluruh pegawai proaktif, terutama dalam proses wawancara,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Biro Perencanaan Mulyawandari, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh data dan informasi yang akurat terkait kondisi kelembagaan sebagai dasar dalam menilai kapabilitas organisasi.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan organisasi berjalan dengan tepat fungsi dan tepat ukuran, serta mendukung efektivitas penyelenggaraan tugas dan fungsi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perubahan struktur kementerian, sehingga perlu dilakukan penilaian ulang dengan menggunakan instrumen yang masih mengacu pada ketentuan sebelumnya.
“Meski instrumen yang digunakan masih sama seperti sebelumnya, hasil dari _self assessment_ ini akan menjadi dasar penting dalam penataan organisasi ke depan, termasuk kemungkinan penambahan kebutuhan organisasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mekanisme kegiatan meliputi pengisian kuesioner oleh responden, wawancara, serta pendampingan hingga penandatanganan berita acara sebagai bagian dari proses validasi data.
Hasil dari kegiatan ini menjadi gambaran yang objektif terkait kondisi organisasi, dengan mempertimbangkan aspek anggaran, sumber daya manusia, dan efektivitas kelembagaan. Selain itu, juga akan menjadi acuan dalam mendukung reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja organisasi secara berkelanjutan.
Melalui _pilot project_ ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong transformasi kelembagaan yang lebih adaptif, efektif, dan akuntabel, serta menjadi percontohan bagi wilayah lain di Indonesia.
Surabaya - Upaya memperkuat kapabilitas kelembagaan dan mendorong transformasi organisasi dilakukan melalui pelaksanaan _pilot project self assessment_ indeks kapabilitas kelembagaan yang digelar di Aula Raden Wijaya, Selasa (7/4). Hal ini menjadi bagian penting dalam menilai kondisi _real_ organisasi sekaligus mendukung perbaikan tata kelola secara berkelanjutan.

